Provokasi Mimpi (1)

“Tuliskan cita-cita anda, ingin menjadi apa anda, apa target anda di masa depan di sebuah kertas. Kemudian tempel atau pun simpan di suatu tempat yang mudah untuk anda lihat kembali dan jaga jangan sampai hilang. Kemudian coretlah, centanglah satu per satu dari kengingin anda yang sudah tercapai.”


Nampu


Kalimat di atas atau yang semisalnya mungkin sering kita dengar dalam acara-acara training motivasi. Training-training motivasi sekarang memang menjadi trend di masyarakat kita, orang berlomba-lomba untuk dapat dikatakan sukses, atau lebih tepatnya lagi kaya. Oleh karena itu sebagian orang rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk dapat memperoleh rupiah yang lebih banyak lagi setelah mendapat pencerahan dari motivasi tersebut, walau demikian yang gratis pun ada.

Sebetulnya, seperti yang kita ketahui dan sering ditegaskan sendiri oleh para motivator itu sendiri, motivasi itu berasal dari dalam diri sendiri. Orang lain termasuk para motivator, hanyalah inspirator-inspirator yang menginspirasi diri kita. Menurut saya selain sebagai inspirator orang lain juga berperan sebagai provokator, dan saya lebih senang menggunakan kata provakator bukan motivator. Nah kata-kata provokasi itulah yang kemudian menjadikan diri kita motivasi di dalam meluap.

Contoh lain dalam sebuah kasus misalnya, kata motivasi biasa digunakan untuk menanyakan kepada pelaku atas dasar apa, atas motif apa dia melaukan aksi tersebut. Sedangkan kata-kata provokasi berasal dari yang seorang terprovokasi lalu termotivasi untuk melakukan aksi. Jadi motivator itu adalah diri kita sendiri, orang lain hanya berperan sebagai insirator dan provokator.

MIMPI

“Beranilah bermimpi, kalau bermimpi saja tidak berani bagaimana selanjutnya,”  “Bermimpilah setinggi-tingginya, mumpung bermimpi tidak bayar,”

Dikatakan kita harus berani bermimpi, jangan takut, karena kesuksesaan hari ini bisa adalah mimpi di masa lalu dan mimpi hari ini bisa saja menjadi kenyataan pada masa datang. Bermimpi akan akan memunculkan kekuatan sugesti yang dapat mengerakkan bawah sadar kita sehingga setiap bagian tubuh kita bekerja secara dinamis untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Silahkan anda bermimpi, tapi ingat jangan lupa bangun untuk mengejar dan mewujudkannya. Pada dasarnya sih antara mimpi dan cita nggak beda jauh, hanya saja mungkin kata mimpi dipilih oleh para motivator agar kelihatan lebih ringan dan sederhana, kan yang namanya mimpi tidak bisa dipisahkan dengan tidur, sebuah aktivitas favorit di masyrakat kita, naik yang kerja atau pun yang pengangguran. Mungkin juga untuk menghilangngkan kesan anak tk, sebab kalau membicarakan cita-cita sering sya teringat saat msih di taman kanak-kanak.

“Cita-citanya apa?” “Dokter,” “Pilot bu,” “Kalau saya pingin ke bulan bu jadi astronot,” “Enakan jadi masinis bisa sering ke Bandung dan Surabaya,’ dan lain sebagainya yang kadang membuat kita tersenyum mengingatnya. Kalau dokter, pilot, masinis, perawat sih banyak yang sudah jadi, nah tinggal nunggu si astronot mewujudkan citanya, atau mungkin sudah merubah halaunnnya karena mengetahui ngga bisa makan enak di bulan, makan cuman pil.

Bersambu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s