Bukan seperti itu

Pada tanggal 01-10-2011, jam 22:04:21 aku menerima sms yang berbunyi

…Kau knp yan,?

nyaris..

Apa sedang galaw?

Maka jawabanku singkat G. ngga maksudnya. Memank belakangan ini istilah galau  menjadi trend di kalangan remaja. Galau atau gundah gulana, begitu aku menggambarkannya cepat menyebar melalui media jejaring social. Di twitter misalnya waktu malam kita katakana sebagai waktu galau oleg sebagian orang, sehingga tak heran timeline akan penuh dengan kicauan-kicauan kegalauan. Padahal malam adalah salah satu waktu yang paling indah untuk menepi di saat sepi kepada Rabbul-Izzati.

Yang disayangkan adalah galau menjadi ajang untuk mengeluh di hadapan umum. Sehingga mengeluh menjadi gaya hidup di tengah-tengah masyarakat padahal kadang apa yang dikeluhkan itu bukan konsumsi public atau hal-hal yang tidak perlu dikeluhkan. Bahkan ada yang bangga kalau sudah galau sehari ini. Pada hakikat kebanyakan keluhan kita kepada manusia tidaklah berfaedah, karena keluhanmu itu akan membuat kawanmu sedih dan menggembirakan musuhmu.

Bukan berarti kita tidak boleh membagi atau mengkunsultasikan masalah yang kita alami.  Islam sebagai agama yang syumul, agama langit yang manusiawi telah mengatur hal ini, apa yang harus dilakukan seorang muslim pada saat dia dalam kondisi galau.  Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya dan seharusnya mengeluh atau lebih cepatnya mengadukan segala masalah kita kepada Allah Yang Maha membolak-balikkan hati. Lebih indah kalau kita sandarkan segala kerisauan kita kepada Allah, maka terkadang tak perlu kita mengeluhkan satu demi satu permasalahan hingga Allah memberikan jalan keluar, tapi cukup dengan mendekatkan diri padanya dengan amal shalih, memohon ampun pada-Nya dan yakin niscaya Allah akan memberikan solusi yang terbaik dan ketenangan dalam relung-relung jiwa kita. Allah berfirman :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah banyak memberikan teladan kepada ummatnya disaat dada terasa sempit, bahkan beliau juga mengajarkan beberapa doa di antaranya :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s