Kreung Woyla

Sungai Woyla keruh pekat,

Ikan melompat disangka buaya,

Sunyi si kolong, senyap dirambat,

Panglima Barat buka suara.

 

Aduhai itik sayang berenang,

Bulunya tumbuh aneka warna,

Tinggallah engkau bilikku sayang,

Sekarang ini berpisah kita.

 

Sungai Tangse mengalir ke geumpang,

Cabangnya garang menuju Woyla,

Waktu berangkat bercincin bersubang,

Waktu pulang paha tiada.

 

Kuala Woyla tawar dan asin,

Ikan bermain terjerat jala,

Dirampas bedil diambil sikin,

Aku ditawan masuk penjara.

……

Ya Tuhanku Maha Pengampun,

Rela aku paha tiada,

Tetapkan Imanku wahai ya Rabbun,

Tetap berjihad sesuntuk massa.

(Pocut Baren)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s