Tulislah, Cukup

ASSALAAM- telah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakn kita entah itu anak sd, smp, atau pun sma kesulitan dalam menyampaikan pendapat dengan tulisan. Bukan karena tidak pulpen atau pun buku tetapi meramu kata  yang ada di dalam pikiran kita menjadi tulisan itulah yang sulit. Kadang adanya banyak sekali hal-hal menarik, ide-ide cemerlang, pengalaman berharga yang ingin kita kita tungan dalam tulisan tetapi selalu saja ada yang mnghambat tangan kita untuk menggoreskan pena kita dia atas kertas atau pun jari-jemari kita untuk sekedar menekan dengan lembut tombol-tombol keyboard yang ada dihadapan monitor kita. Kenapa itu terjadi ?

Sejak kecil kita telah banyak sekali diajari unutk berjurnalistik, mulai dari kumonikasi isyarat, tangisan, ejaan, sampai akhirnya kita bisa bercakap-cakap degan lancar. Kemudian kita pun di masukkan orang tua kita ke tman kanak-kanak agar kita bisa berlatih lebih banyak, kiata diajari untuk membaca, menulis, berhitung, bahkan menyanyi. Setelah lulus TK kita atau pun keduan orang tua kita merasa belum cukup dengan apa yang kita dapat di taman kanak-kanak sehingga mereka memutuskan memasukkan kita ke sekolah dasar. Di sana ilmu yang kita miliki mulai dikembangkan dengan ilmu-ilmu pasti maupun terapan secara berjenjang. 6 tahun kita leawati di sekolah dasar, itu bukanlah waktu yang singkat dan banyak sekali beragam pengalaman yang kita lalui baik manis, asam, asin, pahit semua telah kita rasakan. Setelah kita bersentuhan dengan berbagai ilmu yang berawal dari jurnalistik yang kita punyai, kita semakin tertarik dengan berbagai ilmu yang ada. Tanpa lelah kita mencarinya, kita pun memutuskan akan melanjutkan study kita ke sekolah menengah pertama. Tapi dengan semakin banyak ilmu dan pengalaman yang kita miliki kita lupa dengan tujuan awal kita sehingga orientasi kta pun mulai berubah. Dunia dengan segala pehiasannya mulai mnggoda kita, pikiran kita pu mulai dirasuki materialisme. Sehingga masa smp adalah masa-masa galau bagi kita.

Kita seperti berada di antara dua tempat yang tidak kita kenali dan ketahui. Walupun begitu kita tetap nekad melanjutkan misi kita dengan melanjutkan study di sma (sekolah menengah atas) dengan segal resiko yang mengahadang dan berharap diri kan bisa lebnih baik. Sma kita mulai bisa kembali menemuka jalur kumudi kita yang sempat melenceng bebrapa derajat. Ini saatnya kita menetukan jalur bercabang mana yang akan kita masuki di masa depan. Setelah menetukan pilihan tersebut, kita menjadi semakin bisa memahami kehidupan(bagi yang bisa). Kita mun mulai merambah dunia yang lebih luas, kita dituntut untuk dapat berperilaku bijak supaya dapat bertahan hidup dengan tetap mempertahan keyakinan kita.

MAKA TULISLAH CUKUP, CUKUP, CUKUP. js

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s