Ekonomi Syariah sebagai Pilar Kebangkitan Umat

Keterpurukan Bangsa Indonesia tentu tidak bisa dipisahkan dengan umat Islam yang tinggal di dalamnya. Umat Islam sebagai penduduk mayoritas di negeri ini memiliki peranan penting dalam perkembangan dan kemajuan Bangsa Indonesia. Itu berarti ketika Indonesia sedang terpuruk seperti sekarang, maka umat Islam pun juga berada pada posisi yang sama.Salah satu hal yang menjadi indkator maju atau terpuruknya suatu negara dilihat dari kesejahteraan pada bidang ekonomi. Di Indonesia kesejahteraan tersebut belum mampu diwijudkan dari sejak jaman kemerdekaan sampai sekarang. Tingginya tingkat pengangguran, banyaknya penduduk miskin, dan kriminalitas yang semakin kreatif semakin menguatkan hal ini.Dalam pandangan Islam kekuatan ekonomi merupakan pilar penting dalam membangun peradaban manusia. Peradaban yang dibangun atas dasar tauhid dengan syariat sebagai pedoman dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat. Di antara syariat-syariat yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya dalam al-qur’an dan as-sunnah terdapat beberapa perintah menuntut seorang muslim harus kuat secara ekonomi. Seperti syariat zakat, infaq, shadaqah, haji, sampai jihad ini semua membutuhkan kekuatan ekonomi berupa harta. Allah subhanahu wa ta ‘ala berfirman dalam surat an-nisa’ ayat 9 :

و ليخش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم فليتقوا الله و ليقولوا قولا شديدا

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Harta yang dalam bahasa Arab disebut dengan amwal sering disandingkan dengan kata jiwa dalam ayat-ayat yang bertemakan jihad. Ini menunjukkan peranan harta dalam perjuangan umat Islam menuju kebangkitan dan kejayaan Islam, tak terkecuali di negeri ini. Berkata Syaikh Abdullah Azzam,”Laki-laki membuthkan jihad, jihad membutuhkan dana.”

Ekonomi syariah sebagai suatu sistem ekonomi yang berdasarkan pada aturan syariat Allah tidak bisa dipungkiri lagi adalah satu-satunya solusi dalam kehidupan manusia. Sebab ketentuan-ketentuan yang berlaku disandarkan kepada ketetapan Allah sebagai Dzat yang telah menciptakan bumi beserta isinya termasuk manusia. Sehingga sistem ekonomi syariah ini menjadi sistem yang paling ideal untuk diterapkan sampai kapan pun. Penerapan ekonomi syariah bagi seorang muslim adalah wajib terlepas dari kondisi krisis perekonomian global saat ini. Karena ini merupakan perintah Allah dan bagian dari syariat sebagaimana firman Allah dalam surat al-baqarah ayat 286 :

يأيها الذين أمنوا التقوالله و ذروا ما بقي من الربوا إن كنتم مؤمنين

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba jika kalian beriman.”

Maka dari itu untuk dapat bangkit, umat Islam haruslah kembali kepada agamanya termasuk dalam bermuamalah. Setiap muslim wajib meninggalkan dan berlepas diri dari sistem ekonomi mana pun selain sistem ekonomi syariah. Tentu saja dalam prakteknya penerapan ekonomi syariah hanya dapat maksimal dan penuh apabila syariat Islam ditegakkan sebagai hukum resmi suatu negara dengan khilafah sebagai institusi resminya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s