Hanya Ada 2 Opsi

Dan kenaikan BBM pun ditunda, tidak jadi tanggal 1 April 2012 besok. Setelah memalui sidang paripurna berjam-jam serta demontrasi di mana-mana. “Dibertahukan kepada rakyat Indonesia kami memohon maaf karena beberapa hal kenaikan BBM ditunda,” aku ngga tahu apakah ada atau tidak pengumuman seperti itu tadi malam, setahuku biasanya kalau adanya delayed maka penumpang berhak mendapatkan konpensasi seperti snack, nasi kotak, sampai penginapan kalau delayed lama. Tapi setelah cek di TL ngga ada pernyataan kaya’ gituan, wah kalau begini ceritanya bukan tidak mungkin akan ada lagi demo besar-besaran menuntut diberikannya konpensasi.

Sebelum diputuskannya penundaan kenaikan ini, voting dilakukan dengan 2 opsi : 1) BBM tidak naik, 2) kenaikan BBM ditunda*. Untuk opsi yang kedua memang ada tanda bintangnya, *syarat dan ketentuan berlaku*. Ada juga fraksi-fraksi memilih untuk walk out, mungkin yang bersangkutan udah ngantuk jadinya milih jalan-jalan di luar menghirup udara malam Jakarta yang tadi sempat sempat disemprotin dengan gas air mata.

Saya setuju dengan pernyataan bahwasanya hanya ada 2 opsi : Haq atau bathil. Hukum Allah atau hukum makhluk. Fi sabillah atau fisabilitthagut. Pilih amalan surga atau neraka. Ya memang hanya ada 2 opsi, perempuan atau laki-laki, ngga ada yang namanya banci, kalau ada yang ngotot memperjuangkan gender baru ini maka silahkan keluar dari sidang. “Mereka kan juga punyak hak eksistensinya pimpinan,” mungkin ini yang akan diucapkan orang-orang JIL. Pimpinan sidang pun menjawab,”Maaf ini soal BBM, bukan membahas persoalan itu saudara, kalau memang anda besikeukeuh maka nanti akan eiki , ih, saya maksudnya, sampaikan dulu kepada kepolisian terlebih dahulu, apakah mereka sudah siap membuka akademi Polban ‘Polisi Banci.”

Kalau dipikir-pikir lagi, voting BBM saja yang untuk kepentingan rakyat, banyak dewan perwakilan rakyat yang tidak berpihak pada mereka, terus bagaimana kalau syariat Islam yang divotingkan, masihkah ada yang membela? Entahlah. Yang jelas, yang akan membela agama ini bukanlah Power Ranger, Ultraman, Kamen Rider, atau antek-antek. Harus kita sadari bahwa dakwah tauhid ini memang berat, banyak yang membencinya, dan panjang jalannya.

Sebenarnya demo menentang kenaikan BBM dan tuntutan agar subsidi tidak dicabut adalah hal sepele, ada tuntutan yang jauh lebih besar dan sangat dibutuhkan oleh rakyat. Tuntutan untuk menerapkan syariat Islam, ya inilah hal yang jauh lebih urgen kalau memang ingin rahmat Allah turun di nusantara ini. Melihat demo kemarin yang dikuti para mahasiswa, buruh, aktivis dan mereka yang berpatisipasi di sana yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu apalagi kalau 1/2, memang usaha yang gigih dan pengorbanan adalah hal yang lazim dalam perjuangan, lebih-lebih jikalau yang kita perjuangkan adalah agama Allah, maka jiwa dan harta kitalah tebusannya. Tetaplah istiqamah walau berpeluh dan bercucur darah, jangan biarkan keruh karena keluh dan kesah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s