Bedah Buku Islam Liberal 101 Masjid UI

bedah buku UIKopi darat atau biasa disingkat kopdar sekarang menjadi istilah yang akrab bagi teman-teman pengguna social media, di twitter khusunya. Nah, terselenggaranya acara ini pun masih berhubungan dengan hal ini. Kalau kopdar hanya ketemu, makan, ngorbrol habis itu pulang kurang seru katanya. Akhirnya beberapa teman menggagas untuk mengadakan kajian dalam acara kopdar, jadikan selain dapat fadhillah silaturrahmi juga nambah ilmu. Bertepatan pada saat itu yang lagi hangat dibahas berkaitan dengan Jaringan Islam Liberal (JIL), yang mana para anggota dan bebek-bebeknya juga cukup aktif di sosial media. Tentu saja ini perlu diwaspadai karena para anggota JIL ini biasa bertaqiah dan mengutak-atik ayat sehingga kadang bagi mereka yang masih awam turut mengiyakan pendapat-pendapat yang mereka keluarkan terlihat ilmiah. Urus-diurus jadilah acara bedah buku Islam Liberal 101 dengan tema “Membentengi diri, keluarga, dan Ummat dari pengaruh Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme Agama” bersama narasumber Akmal Sjafril (penulis buku Islam Liberal 101) dan ustadz Henri Shalahuddin (penulis al-Qur’an duhujat), beliau berdua dari tim insist. Mengambil tempat di Masjid Ukhuwah Islamiah, UI, Depok pada hari ahad 3 Desember 2011.

Sesi pertama mulai jam 10.00 lewat atau molor dari yang mestinya jam 09.00, karena ruangan masih dikunci, dan yang pengurus yang membawa kunci belum datang. Bertindak sebagai pembicara pertama ustadz Henry memaparkan topik femenisme dalam pandangan Islam, isu yang juga sering diangkat oleh kalangan Islam liberal melalui kesamaan gender.  Kemunculan paham atau pun gerakan ini berakar dari trauma yang melanda bangsa Eropa di masa silam. Ketika itu Eropa berada dalam kegelapan, kebodohan, dan keterbelangkan dalam peradaban. Bersamaan dengan itu gereja tampil sebagai sebuah institusi yang berkuasa penuh atas setiap kebijakan dan rakyat. Masalah muncul saat gereja bertindak-tindak semena-mena terhadap rakyat yang menolak aturan dan dogma yang berasal dari gereja. Penyiksaan, penahanan, bahkan pembunuhan pun marak terjadi.  Posisi perempuan yang dinggap rendah dan hina menjadikan mereka salah satu pihak yang sangat menderita kala itu.

Dalam Perjanjian Baru snediri terdapat ayat-ayat yang membuat perempuan semakin terpojok dan gereja makin khalaf, diantaranya: “Kejahatan laki-laki lebih baik daripada kebaikan perempuan..(Sirakh 42 : 14) dan “Anak perempuan boleh dijual sebagai budak”(Keluan 21:70) dan lain-lain. Kedzaliman dan keabsulutan gereja itu membangkitkan semangat perjuangan rakyat sehingga meletuslah revolusi di tanah eropa. Gereja ditinggalkan, eropa bangkit dan berbenah diri, ilmu pengetahuan berkembang pesat, tata kota semakin rapi, dan berbagai kemajuan lainnya berhasil dicapai eropa. Dua faktor utama kemajuan eropa adalah dtinggalkannya dogma gereja dan tranfer ilmu maupun ilmuwan dari peradaban Islam. Maka para perempuan yang sekian masa tertindas berusaha mengambil haknya kembali, hanya saja kepedihan di masa lalu menjadikan tindakan-tindakan dilalukan kebablasan menabrak nilai-nilai sosial masyarakat dan fitrahnya sebagai perempuan. Bahkan saking melencengnya pemikiran dan gerakan ini mereka tidak hanya menuntuk persamaan dalam bidang sosial tapi juga pada masalah gender. Sampai-sampai ada yang membuat alat semacam pipet yang memungkinkan perempuan buang air kecil berdiri di samping jalan, di semak-semak, atau gang layaknya laki-laki tulen.  Adapun tokoh-tokohny antara lain : Elizabeth, Aminah Wadud, Taha Husein, Siti Musdah Mulia, Ester Mariani Ga dan lain-lain.

Dalam Islam sendiri tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan di hadapan Allah keculai taqwanya. Maksudnya seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan amalan shaleh berhak mendapatkan surga, sebaliknya siapa saja yang melakukan keburukan akan mendapat dosa. Hanya saja dalam beberapa hal seperti hak, kewajiban dan peran sosial laki-laki atau  pun perempuan tidak bisa disamakan, sebab fitrahnya biologis memang berbeda. Jadi baik laki-laki ataupun perempuan harus berperan sesuai dengan kodratnya masing-masing. Apabila hal itu dilanggar, maka muncullah penyimpangan-penyimpangan sosial dan penyakit masyarakat.

Adzan dzuhur, kajian dihentikan sejenak untuk sholat dan makan siang, alhamdulillah paniatia menyediakan snack dan nasi box buat peserta. Selesai makan kajian dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu bedah buku. Menurut kang Akmal akar dari  relativisme kebenaran, semakin liberal seseorang semakin membenci agamanya sendiri.

Pembahasan dilanjutkan dengan penjelasan kerancuan enam landasan Islam Liberal yang juga terdapat dalam buku Islam Liberal 101. Enam landasan ini diambil situs resmi JIL sendiri. Kerancuan yang sangat mendasar sebenarnya datang dari penamaan Islam Liberal itu sendiri, karena memang istilah ini tidak maksud yang jelas sehingga dapat kita jumpai kontradiksi anatar sesama anggota JIL dalam mengartikan makna Islam Liberal, dan itu terjadi di situs yang sama. Dalam landasan itu juga terdapat point yang mengatakan pintu ijtihad terbuka dalam semua aspek, termasuk persoalan yang qath’I sampai Ilahiah yang pada dasarnya sudah snagat jelas dan tidak bisa diutak-atik lagi.

Kemudian menganggap sama semua agama dan percaya pada kebenaran yang relatif, padahal telah jelas bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah. Sedang kalau kebenaran itu relatif maka kesalahan pun demikian, jika seperti ini keadaanya sudah tidak ada lagi yang namanya haq dan bathil. Padahal haq danbathil juga sudah gamblang dinyatakan di dalam al-Qur’an dan sunnah. Al-Qur’an sudah tidak sesuai dengan zaman, meragukan dan mengatakan kerasulan Muhammad shallallhu ‘alaihi wa sallam adalah skenario dari Khadijah, dan masih banyak lagi pemikiran sesat mereka yang dapat membahayakan aqidah umat. Semua itu dibahas sepintas

Kajian berakhir menjelang ashar yang ditutup dengan sisi tanya jawab dan pembagian hadiah. Acara ini merupakan kegiantan pertama dari komunitas twitter yang menamakan diri KKBI. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk saling kenal antar peserta yang selama ini hanya kenal di dunia maya, terlebih akun dan ava yang anonim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s