Peran

Tempuh jalan yang saat ini kau injak, terus susuri, kelak kau akan tahu di simpang mana kau harus berbelok

Berbagai macam peristiwa yang kau lalui menyimpan potensi kea rah mana nanti kta akan disiapkan

Kita memang sudah disiapkan denga potensi, walaupun saat ini kau masih beridir di batu yang berseberangan

Halangan pasti ada, rintangan takkan terelakan, justru hal itulah nanti yang akan memabntu menyusuri jalan ini sehingga bertemu dengan arah

Skenario ini harus diperankan dengan sepenuh jiwa, sekuat yakin dan sebenar langkah yang kita upayakan

Peran demi peran bisa berganti, sampailah nanti kau akan menemui partnermu yang juga memiliki suatu peran yang khas

Pertnermu buknalah kamu, perannya pun berbeda denganmu, tapi ia mampu menyandingkan peran dan diri denganmu

Peran nyata bukan peran berpura-pura akan kau kau temui sekalipun masih dengan naskah yan sama

Terkadang naskah yang robek membuat kita mengenal peran kita dan semakin mendalaminya

Sampailah nanti peran yang kita mainkan berubah menjadi kisah, cerita yang mempunyai beragam naskah

Naskah kan basi, terasa tanpa berisi saat kata tak lagi bermakna, saat jiwa tak mampu membaca muka yang sedang berkaca

Tetap menatap berantai di bawah sebuah atap, hinggap ungkap sikap tersingkap tersekap

Di sana ada kait yang bersambung, mungkin terlihat terbendung, tapi ia ada mengalir di sela relung

Masjid Raya Bogor, ahad 22 april dini hari selepas tengah malam

susur pantai asadullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s