Mengapa Kita Kalah dari Yahudi

Proud to be muslimAhad, 18 Februari 2012 dengan ijin Allah acara KKBI yang kedua dapat diselenggarakan di Masjid Nurul Irfan UNJ, Rawamangun, Jakarta bersama dengan ustadz Herry Nurdi dengan tema “Pergerakan Zionis di Indonesia” jam 9-12 siang. Seperti biasa ustadz Herry memakai sarung dikajian-kajian yang diisinya, bukan cuma kajian malah ketika bepergian, ke luar negeri sekalipun ia tak jarang mengenakan sarung. Menurut beliau sarung itu adalah sebuah identitas dan smbol perlwanan terhadap konspirasi zionis dari segi pemikiran dan budaya.

Saat ini umat Islam harus mengakui keterpurukkannya dan posisinya berada di bawah umat-umat yang lain dalam kehidupan. Musuh-musuh Islam terus saja menyerang umat Islam baik secara fisik atau pun non fisik, seperti serangan dari sisi ekonomi, budaya, dan pemikiran. Mayoritas kita sebenarnya sudah sadar bahwa permusuhan dan pertarungan kita dengan Yahudi dan Nasrani akan terus berlangsung dan mereka pun tidak akan pernah rela kepada kita sampai umat Islam mengikuti millah mereka. “Dan tidak akan pernah rela kepadamu Yahudi dan tidak juga Nasrani sampai kamu mengikuti millah mereka,” ayat ini sering kita baca dan dengar dari para da’I untuk menggambarkan perseteruan abadi kita. Namun, kadang kita hanya berhenti sampai disitu, setelah mengetahui musuh kita dan perlawanan mereka kita tidak tahu harus berbuat apa. Sebagian dari kita ada yang pasrah, tidak peduli, dan cuek ada juga yang mempersiapkan diri untuk melakukan perlawanan. Nah, ternyata banyak juga dari mereka yang telah menyatakan perlawanannya langkahnya tersendat bahkan ada yang malah berpaling karena kalah dalam pertarungan tersebut karena metode yang dia tempuh kurang tepat.

Bangsa Yahudi memang dikenal sebagai Bangsa yang cerdas dan pintar dalam berlogika sehingga sangat sulit mengalahkan mereka dalam beragumen. Maka apakah mungkin mereka dikalahkan? Jawabanya mungkin dan ini juga merupakan janji Allah. Pertanyaanya bagaimana cara mengalahkan mereka?, jalan apa yang harus kita tempuh? Sebetulnya jawaban sudah ada di dalam surat al-baqarah ayat 120 yang tidak lain adalah lanjutan dari ayat di atas “Katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk, dan apabila kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang kepadamu ilmu, ttidak ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” Ya jawabnya adalah kembali kepada al-qur’an dengan menjadikan Islam sebagai manhaj hidup serta mencampakkan sistem dan jalan hidup musuh-musuh Allah yang memmang sengaja mereka ciptakan untuk melemahkan umat Islam.

Kemudian beliau menjelaskan lebih lanjut dengan mengambil judul “BEBERAPA ALASAN MENGAPA KITA KALAH DARI YAHUDI”:

  1. Yahudi merujuk ‘kitab sucinya’ dalam berjuang, sementara kita merujuk isme-isme buatan Yahudi dalam berjuang.

Orang-orang Yahudi menciptakan  dan menjajakan berbagai ideologi baru untuk menghancurkan kaum Muslimin, dan kaum Muslimin  mengambilnya sebagai  alat perjuangan mereka, Ketika  wilayah kaum Muslimin dijajah dimana-mana pada abad ke-19, kaum Muslimin sempat menggaungkan Pan-Islamisme. Tapi kemudian negeri-negeri Arab mengangkat Pan-Arabisme. Dan akhirnya mereka malah mengusung Nasionalisme.

Banyak orang-orang Islam yang dengan bangga ‘membeli’ dagangan ideologi Yahudi: Materialisme, Kapitalisme, Komunisme, Humanisme, Sekularisme, Liberalisme, hingga ke Perang Melawan Terorisme. Bahkan banyak dari mereka yang mengaku Islam malah menjadikan musuh sebagai teman dan bersama-sama mereka memerangi kaum muslimin.

2.    Kita ‘Bertujuh,’ sementara Yahudi Bersatu

Dalam beberapa konflik antara Arab dan Israil ternyata ternyata Israel lebih unggul

Arab-Israeli conflict:

Dan fakta menunjukkan keunggulan yang dimiliki Arab Muslim tak membuat mereka menang. Kita ketahu jumlah yahudi yang ada di negara yang mereka klaim sebagai Israil maupun yang ada di luar hannya sekitar 5 juta orang bandingkan dengan total penduduk Arab yang puluhan juta. Tapi jumlah yang banyak itu jadi tidak berarti ketika terpecah belah. Belum lagi kalau kita melihat dari jumlah muslim seluruh dunia. Sebenarnya Yahudi juga terpecah belah (QS 59: 14), tapi perpecahan kaum muslimin lebih buruk lagi.

3.   Yahudi pandai memanfaatkan uangnya sementara kita tidak

Yahudi telah berhasil menumbuh suburkan sistem ribawi di seluruh dunia, termasuk di negeri-negeri kaum muslimin. Sisitem ribawi inilah yang menjadikan mereka bisa mengeruk dan merampampok kekayaan penduduk dunia secara besar-besaran tanpa disadari oleh mereka. Kapitalisme menjadi sebuah mesin penjajah di negara-negara kelas tiga, yang ironisnya lagi mayoritas penduduknya memeluk Islam. Selain itu Yahudi kaya untuk membangun kekuatan ekonomi dan sebagian muslim kaya untuk bersenang-senang dengan membelanjakan hartanya di tempat-tempat yang notabane milik Yahudi.

4.   Yahudi mengemas kezaliman dan rasialisme dengan baju humanisme, sementara kita mengemas sifat kemanusiaan Islam dengan keganasan.

5.  Yahudi menggunakan pengetahuan sebagai senjata, sementara kita maju ke medan tanpa pengetahuan dan tanpa senjata.

Setelah memaparkan hal di atas ustadz Herry juga berpesan agar kita jangan cuma diam apalagi yang muda-muda ini. Jangan Cuma bisa mengkritik tapi berikan juga solusi, angaktlah beban walau ringan, ambil peran dan jangan diam. Sekecil apapun tindakan yang bisa kita lakukan untuk sebuah perlawan, lakukanlah, inysa Allah aka nada nilainya.

Usai kajian bang Fauzi Baadila ngajak ustadz dan kita-kita buat makan dan ngobrol di hutan kayu, dekat rumahnya. Sekalian nyamperin kandanganya orang-orang JIL. Di sana kita sedikit membahas sepak terjang JIL dengan pemikirannya yang menyimpang itu, membahas aksi-aksi yang mesti kita lakukan untuk meng-counter mereka di dunia nyata ataupun maya. Gerakan Indonesia Tanpa JIL diharapkan dapat merangkul semua pihak dari berbagai kalangan dan golongan tanpa memandang latar belakang orang itu, selama dia masih peduli dengan agamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s