Bedah Buku Islam Liberal 101 Bogor

Fos Armi event

Mengambil momen setelah diadakannya aksi Indonesia Tanpa Liberal oleh FUI di bundaran HI pada hari Jum’at 9 Maret 2012 yang dihadari ribuan massa dari berbagai macam golongan, FOS ARMI bekerjamasa dengan FUI Bogor Raya berinisiatif mengandakan bedah buku Islam Liberal 101. Buku yang ditulis sebagai pengatar bagi mereka yang ingin mengetahui berbagai kesesatan Jaringan Islam Liberal ini dibedah langsung oleh penulisnya, Akmal Sjafril, bertempat di Gedung PPIB/MUI di  Jalan Padjajaran Raya Bogor, tepat di sebelah Masjid Raya. Selain mengadirkan Akmal Sjafril sebagai narasumber, panitia juga mengundang syaikh Emri Doha sebagai narasumber kedua dengan saudara Ikhsan dari FOS ARMI sebagai moderator.

Acara yang dimulai kurang lebih pukul 9 berlangsung cukup menarik dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai wilayah sekitar Bogor. Dalam pemaparannya mengenai buku Islam Liberal 101 seperti biasanya Akmal Sjafril membukanya dengan menjelaskan maksud dari 101. Kata 101 sering digunakan diperkuliahan sebagai kode mata kuliah pengatar, jadi buku Islam Liberal 101 ini juga dimaksudkan sebagai buku pengatar bagi mereka yang masih awam mengenai JIL. Kemudian beliau menyampaikan pembahasan mengenai isi buku tersebut sekaligus gambaran awal bagi peserta dalam memahami peyimpangan, statement dan argumen-argumen mereka yang sebenarnya jauh dari ilmiah dan kebanyakan ngaco. Mulai dari kerancuan penamaan Islam Liberal itu sendiri, pernyataan Ulil cs yang melecehkan Al-Qur’an dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai silat lidah yang biasa mereka lakukan melui media dan diberbagai kesempatan.

Menurut beliau aksi Indonesi Tanpa Liberal atau Indonesia Tanpa JIL 2 minggu yang lalu hanyalah awal dari sebuah perlawan dan tidak berhenti disitu, aka nada aksi-aksi lanjutan untuk menangkal pemikiran mereka. Sedang syaikh Emri banyak berbagi pengalaman mengenai Jaringan Islam Liberal dalam dunia pergerakan Islam. Menurut beliau virus JIL ini telah berhasil menyusup ke berbagai lembaga dan ormas-ormas Islam, termasuk perguruan-perguruan tinggi negeri Islam yang ada di Indonesia. Oleh karena itu sangat penting juga mendidik umat agar memahami Islam secara benar sehingga dapat membentengi diri mereka dari berbagai paham sesat.

Berikut beritanya dari Suara Islam:

Bogor (SI ONLINE) – Perlawanan kaum muda muslim akan pergerakan kelompok liberal yang menyebarkan pemikiran-pemikiran sesat semakin menggema, ahad pagi lalu (25/3) FOS ARMI (Forum Sillah Ukhuwah Antar Pemuda Muslim) bersama tim Indonesia Tanpa JIL serta didukung oleh Forum Umat Islam Bogor mengadakan acara bedah buku Islam liberal 101 karya Akmal Syafril di Gedung MUI Kota Bogor. Hadir sebagai narasumber Akmal Syafril yang juga penulis buku Islam liberal 101 dan Ustadz Ridho Hidayat mewakili Forum Umat Islam Bogor.

Pemateri pertama Akmal Syafril, membongkar kesesatan pemikiran jil (jaringan islam liberal) baik strategi maupun tokoh-tokohnya. Tokoh-tokoh liberal memang sudah menyusup ke berbagai lini seperti dunia politik, pendidikan bahkan juga masuk ke dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Misalnya ulil abshar abdalla yang pernah menyatakan finalitas kerasulan terakhir yaitu nabi Muhammad Saw masih bisa dipertanyakan lagi, -pantas jika dia selalu membela aliran sesat yang memiliki nabi-nabi palsu seperti ahmadiyah-. Selain pernah mencalonkan diri sebagai ketua PBNU sekarang ulil juga masuk dunia politik yaitu menjabat ketua DPP partai demokrat pimpinan SBY.

‘’aneh, selama ini saya belum pernah mendengar ulil menjadi kader demokrat, memperjuangkan partai atau berkorban untuk partai itu tapi tiba-tiba menjabat ketua dewan pimpinan pusat?’’ ujar Akmal.

Selain ulil, Akmal juga membeberkan kesesatan pemikiran tokoh-tokoh liberal seperti:

Guntur Romli, yang selalu mengatakan Nabi Muhammad Saw itu tanpa kata Nabi dan Saw dan menganggap Kenabian dan pewahyuan adalah hasil eksperimentasi kolektif setelah melalui proses kreatif yang sangat panjang.

Musdah Mulia, doktor terbaik UIN Syarif Hidayatullah, menyatakan tidak ada larangan secara eksplisit baik untuk kaum homo maupun lesbi. Bahkan dia merubah sejarah kaum nabi Luth disiksa bukan karena penyakit homo dan lesbi tapi tidak menghargai tamu nabi Luth. Dan menganggap yang melarang homo dan lesbi itu bukan Allah tapi nabi Luth sendiri.

Luthfie Syaukani, sebagai saksi ahli yang ingin menghapus aturan penistaan agama PNPS tahun 1965 pernah menyatakan bahwa kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad Saw.

Sumanto Al Qurtubi, lulusan fakultas syariah IAIN semarang yg pernah memimpin jurnal di kampusnya mengatakan jika agama masih mngurusi masalah tentang seksualitas itu menunjukkan rendahnya kualitas agama itu.

Disamping nama-nama diatas, ada juga seperti Zuhairi Musrawi, Nong Darol, Saidiman dll yang berpemikiran sama sesatnya. Strategi mereka salahsatunya masuk ke perguruan tinggi, dan bukan rahasia umum kampus Islam seperti IAIN dan UIN sudah disusupi kaum liberal ini.

Sebagai contoh kasus di UIN Syarif Hidayatullah, ada mahasiswi yang skripsinya dilarang mencantumkan kata Nabi dan Saw di setiap penulisan kata Nabi Muhammad Saw, dan tidak hanya itu para dosennya juga memaksa mahasiswa dan mahasiswinya untuk menanggalkan kalimat-kalimat semacam ‘’Islam sebagai agama yang sempurna’’ dan ‘’Islam sebagai agama yang haq’’.  Alasannya sama saja, yaitu karena yang mengakui kesempurnaan dan kebenaran Islam hanya orang Islam saja, lain tidak.  Seolah-olah jika mengatakan suatu hal yang tidak disepakati semua orang, maka hal itu telah mengurangi keilmiahan sebuah karya tulis.

Kaum liberal juga didukung penuh oleh media, Sebagian besar media massa nasional memberikan ruang yang sangat luas bagi aktifis islam liberal untuk menyebarluaskan pemikiran sesatnya. Dan ini sudah di buktikan dalam aksi kaum liberal menolak FPI yang hanya dihadiri sekitar 50 orang, itu di blowup oleh media bahkan ada yang menyiarkan secara langsung, tetapi setelah itu kaum muslimin yang tergabung dalam Forum Umat Islam yang mengadakan aksi damai ‘’Indonesia Tanpa Liberal’’ itu sedikit sekali mendapat porsi di media, sekalipun ada itu di kerdilkan seperti detik.com yang memberitakan jumlah aksi hanya 150 orang dan membuat kemacetan. Padahal jumlah peserta aksi tak kurang dari 10.000 massa yang ikut hadir.

Pemateri terakhir, Ustadz Ridho dengan pengalamannya dalam dunia dakwah, untuk menangkal berbagai pemahaman yang sesat beliau mengajak seluruh komponen umat untuk mempelajari Islam lebih giat dan mendalam lagi, dan dalam pergerakan semua elemen harus bersatu karena dengan ukhuwah Islam yang kuat tantangan apapun yang menimpa umat Islam akan mudah di atasi.

syaiful falah | Senin, 26 Maret 2012 | 13:53:45 WIB |

http://www.suara-islam.com/read4358-Semangat-Tim-Indonesia-Tanpa-Jil-dan-Fos-Armi-Melawan-Gerakan-Liberal.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s