Saat Iklan Menjadi Panutan

AsSalaam Alaykum..

Apa kabar saudaras ? Semoga engkau selalu dalam lindunganNya :)

Saudaraku,

akhir-akhir ini, aku suka terusik oleh iklan di televiconggg.

Walaupun aku jarang nonton tv, tapi aku tau iklan-iklannya. Karena aku lebih suka nonton iklan daripada shitnetron *oh *hello* :v

ada lohh, beberapa iklan yang ‘merendahkan‘ kaum adam juga kaum hawa.

Kaya iklan deodorant tuh. Gak sebut merk yahh.

Masa, gara ketiak putih+wangi, lelaki langsung pada nempel ?

Berarti, lelaki tunduk di bawah ketek wanita getoh ?!!!?? Ohh..harga deodorant gak sampe Rp 100.000 loh :P

Terus, wanita bukan perawan masa dibilang bidadari ?! Jelas-jelas di dalam Al Quran bidadari itu perawan, cantik dan belum pernah dilihat juga belum pernah tersentuh !

“Di dalam surga, terdapat bidadari-bidadari-bidadari yang sopan, yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.”

(Qs. Ar-Rahman: 56-58)

Wanita bisa ‘tunduk’ ke lelaki gara bau wangi ?! sampe nyerahin segalanya ?!

Aihh… Padahal gak gitu..

Mungkin sekilas iklan itu lucu ya.. Padahal itu merendahkan.. :(

Lagi nih, iklan minuman.

Di hadits RasuluLlaah, minum sambil berdiri itu gak boleh. Ini haditsnya :

Dari Anas dan Qatadah, RasuluLlah shallaLlaahu’alayhiwassallaam bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri,

Qotadah berkata, “Bagaimana dengan makan?”

beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi.”

 (HR. Muslim dan Turmidzi)

Dari Abu Hurairah, RasuluLlaah shallaLlaahu’alayhiwassallaam bersabda

“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Tapi di iklan tv, rata-rata iklan minuman yang aku liat tuh minumnya sambil berdiri. Malah ada yang pake tangan kiri. Malah ada Da’iyah terkemuka Indonesia yang ngiklanin susu, minumnya juga sambil berdiri :(

astaghfiruLlaah..

Iklan itu sering ditonton, termasuk oleh anak-anak ! Aku khawatir kalau anak-anak nonton tanpa didampingi orang tua..

Apalagi anak-anak kecil kan lagi seneng-senengnya niru, ingetannya lagi tajem. Kaya sepupuku yang usianya enam tahun. Gampang banget nyerapnya.

Yang belum genep dua tahun juga. di tv bayi lompat-lompat #eh ikut lompat :D

mentang-mentang sama-sama bayi :D

Ada lagi, iklan yang menjadikan aurat wanita sebagai daya tarik.

Pake tanktop, hotpants, rok mini, dan yang mini-mini lain. Padahaal, wanita kan dilarang mempertontonkan auratnyaa kepada khalayak.

“ Dan jangan kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang -orang jahiliyah yang dahulu” (QS.al Azhaab : 33)

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak- anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab : 59)

 

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:

1. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan

2. para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”

(HR. Muslim)

Contohnya iklan kecantikan kaya hand and body lotion ato sabun mandi.

kan kasihan yang liat tapi gak boleh liaaaaat :(

dulu Imam Syafi’i hafalan haditsnya hilang empat puluh gara-gara gak sengaja liat betis wanita ! Gak sengaja !

Padahal baju dulu sama sekarang, tertutupan dulu ya..

ada lagi, iklan parfum. Katanya kalo pake parfum itu bisa bikin lain jenis ‘tertarik’

biasanya pake model anak sekolahan ato kuliahan. Dan biasanya ini untuk parfum wanita, agar lain jenis tertarik. Padahal wanita dilarang pake parfum ! Untuk menghindari fitnah !

Kaya hadits ini :

RasuluLlah ShallaLlahu’alayhi wasallam bersabda : “Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad)

dan, iklan yang lagi ngetren saat ini (mungkin) adalah iklan operator seluler. Gak jauh-jauh dari pacaran. Walo lucu :D

tapi.. Ya itu.

Galau karena ga punya pulsa buat telpon ato sms pacar. Galau karena ga bisa onlen.

Hellowww, remaja sekarang kan kebanyakan kaya gitu. Eh iklannya ngiyain. Pffftt

jadi, kayaknya tuh hubungan cinta (nafsu) yang belum terikat dengan tali pernikahan adalah hal yang wajar, sah-sah saja dan tak berdosa.

Padahal..gak boleh..

 

“Pasti akan ada dari Ummatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khamr (minuman keras) dan alat-alat music.”

(HR Bukhori)

 

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek.

(QS Al Israa’ 32)

 

“Lirikan mata merupakan anak panah berracun dari syaithan, barang siapa yang meninggalkan karena takut kepadaKu, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan kemanisannya dalam hati.”

(HR Thabrani dan al Hakim)

 

 

AstaghfiruLlaah..

Banyak pula iklan lain selain yang aku sebutkan di atas yang berdampak kurang baik untuk kita.

Menjadikan kita pribadi yang hedonis, materialis !

Menurut iklan, laki itu gak boleh minum yang rasa-rasa ! :D

deuh, kasian ya. Mau minum sirup rasa jeruk ntar dikira bukan laki :v

Menurut iklan, cantik itu kulit putih mulus halus tanpa bintik hitam tanpa jerawat tanpa mata panda  dan merona ! :v

Padahal, cantik itu relatif. Gak harus putih, gak harus ini itu. Tapi karena propaganda media, remaja putri sekarang pada umumnya berlomba-lomba untuk tampil ‘cantik’, seperti apa yang iklan katakan :)

Gak peduli berapa biaya yang dikeluarin oleh (orang tua)nya, yang penting dia cantik ! Gitu aja. Pfft..

Padahal yahh, gak mesti apa yang iklan rayu untuk kita itu gak sesuai kenyataan. Banyak loh, sesebocah atau seseorang yang make produk kecantikan tapi kulitnya malah rusak. Keluar biaya tambah deh buat ngebenerin J

Bijaklah dalam menjadi korban iklan.. #eh

Dandan buat siapa sih, hey remaja putri ?! :)

buat satpam sekolah ? :D

buat kernet bus ? :D

buat supir taxi ? :D

buat supir angkot ? :D

Buat gue, dandan itu belum perlu untuk remaja putri karena statusnya yang masih single. Karena dandan hanya untuk suami :’)

Yang penting, kita jangan bau aja !

Pake deodoran..

Masa, wajah sama yang lain udah dipoles sedemikian rupa, tapi bau ketek. Pffft… :D

cukup “jaga diri” aja. Jangan acak-acakan, jangan tabarruj :)

tapi yaa, iklan di tv sekarang itu bak tuntunan..berkiblat ke barat. Belum lagi iklan-iklan di media lain semisal majalah. Ini baru iklan loh yah, belum lagi filmnya, bacaannya, lingkungannya.. pffft..

Nah, apakah ini salah iklan? Atau salah yang buat iklan? Atau.. ?

Gue sih bisa aja nyalahin iklan sama yang bikin iklan, tapi kan iklan itu juga dibuat berdasarkan perilaku konsumen.

*asek bawa-bawa bahasa ekonomi nih*

Yah tanpa sadar sebenarnya kita sendirilah yang membentuk iklan tersebut  karena kita telah kehilangan identitas kita sebagai seorang muslim *liat dompet, cek ktp, dan masih ada* /:).

Maksud gue bukan kehilangan kartu tanda identitas, tapi hilangnya kepribadian yang menunjukkan kita adalah Muslim. Diri kita pun kosong dari cahaya keimanan sehingga membuka lowongan untuk virus-virus aqidah untuk  ‘melamar’ dan ‘bekerja’ dalam hidup kita. Konsekwensinya kita harus merogoh kantung dalam-dalam untuk membayar upah atas pekerjaan yang mereka lakukan, sekalipun kinerjanya mengarahkan pada kebinasaan.

Kawan kau punya iklanmu yang harus kau syi’arkan, kita ini sedang berkompetisi, jadi jangan lupakan tugas dan berpaling pada pesaing.

So, loe ngga perlu selalu mengekor model-model iklan itu, kecuali kalau loe penganut teori evolusi si Darwin maka itu guwe maklumin.Guwe dan teman guwe sih haqqul yakin nenek, kakek, atau mabah buyut kita adalah manusia, bukan kera, manusia kera, apalagi manusia saiya berekor yang bila terjadi bulan purnama akan berubaha menjadi king kong.

Nah, karena guwe dan teman guwe adalah manusia sempurna, maka ngga sembarang ngekor-ngekor sesuatu yang ngga jelas. Maka cukup lah Al-Qur’an dan Sunnah sebagai penuntun akal dalam memilih tindak dan kata agar kita menjadi manusia seutuhnya. Bukan manusia berekor yang sukanya meniru iklan.

Dinukil dari http://www.serabi.web.id/?p=139

SALADIN

4 thoughts on “Saat Iklan Menjadi Panutan

  1. Dewi Mei 24, 2012 / 12:14 pm

    Kak Riyan yg nulis eh

      • Salad Mei 25, 2012 / 5:34 pm

        atasnya doang -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s