Semakin Sulit Semakin Kuat

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (al-Fath:4)

Besok selasa 12 Juni dan rabu 13 Juni  2012 insya Allah akan dilaksanakan tes SNMPTN serempak di seluruh Indonesia. Menurutku saat-saat seperti ini adalah masa-masa yang indah. Saat di mana harapan kuat yang berwujud tawakkal dapat benar-benar kita nikmati. Walaupun sebenarnya sikap tawakkal ini harus kita miliki dalam setiap keadaan.

Tadi ada seorang teman ngetweet begini ‘hey ian doain q ya bsok ujian nich. Gugup bgd dah. G pernah bljr lgy ho.’ Kemudian aku jawab; didoain, tp ngga harus di sini kan. Justru klo ngga pernah belajar itu, harapan harus lebih kuat lg. Lalu dijawab sama dia ‘iya g harus disini. Kok bisa harapan harus lebih kuat??

———

Kadang ada saat kita harus mengahadapi suatu peristiwa, padahal kita merasa belum siap atau kurang persiapan untuk hal itu. Akan tetapi tidak ada pilihan lain bagi kita selain  menghadapinya, sedang waktu persiapan sudah habis. Kita hanya mempunyai 2 pilihan, menyerah pada keadaan atau menghadapinya dengan penuh harap. Kalau kita memilih untuk menyerah maka usailah cerita, namun jika memilih menghadapinya, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Menghadapinya dengan harapan yang kuat.

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf : 87)

Ketika persiapan yang kita dilakukan dirasa kurang, maka tidak ada kata lain selain mengoptimalkan harapan yang ada. Anggaplah untuk menghadapi sebuah SNMPTN kita memerlukan poin 100, sedang poin yang sudah kita kumpulkan dari persiapan hanya 20 poin. Dengan perolehan tersebut berarti kita masih kurang 80 poin agar mencapai target, yang poin terbesebut dapat kita peroleh dari variabel harapan. Karena sekali lagi, meraih poin dari persiapan sudah tidak mungkin. Harapan yang kuat itu akan terwujud pada sikap tawakkal. Menyerahkan segala daya upaya dan hasilnya hanya kepada Allah, serta menyakini bahwa Allah akan memberikan yang terbaik baginya.

Terukir indah dalam catatan sejarah ketika kalimat tauhid meninggi di bukit badr, kaum muslimin meraih kemenangn gemilang dengan pertolongan Allah melawan kafir quraisy mekkah. Padahal semula kaum muslimin hanya bermaksud untuk mencegah kafilah dagang Abu Sufyan. Namun yang terjadi kemudian adalah mereka sudah berdiri berhadapan dengan pasukan kafir qurasiy mekkah. Ya perang sudah didendangkan. Tanpa persiapan, kelengkapan perang, dan logistik yang mencukupi kaum muslimin bersiap untuk berperang dengan pasukan yang jumlahnya jauh lebih banyak. Dengan kondisi seperti itu tentu kemenangan tidaklah datang begitu saja, sepanjang peperangan para sahabat tak henti didera rasa khawatir, karena mereka memang hanya manusia biasa. Ya, mereka merasa takut, tapi rasa takut itu kemudian takluk dan terkubur oleh besarnya harapan mereka terhadap surga yang dijanjikan Allah.

Gugup, khawatir ataupun takut itu wajar, namun akan jadi masalah apabila tidak diimbangi dengan harapan yang besar pula. Tak berimbangnya antara rasa takut dan harap akan memudahkan kita berputus asa. Semakin berat dan sulit yang kita rasakan, maka harus semakin besar pulalah harapan kita agar bisa mengatasinya.

“Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran[dan mereka tidak dianiaya.” (al-Mu’minun : 62)

Di dalam Madarijus Salikin, Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan perbedaan antara raja’ (menegharap) dengan tamanny (berangan-angan).


الفرق بين الرجاء والتمني :
أن التمني : يكون مع الكسل ، ولا يسلك بصاحبه طريق الجد والاجتهاد .
والرجاء : يكون مع البذل الجهد ، وحسن التوكل

“Perbedaan antara raja’ (mengharap) dan tamanny (berangan-angan), bahwasanya berangan-angan disertai dengan kemalasan, dan tidaklah pelakunnya bersungguh-sungguh dan berusaha. Dan raja’ (mengharap) itu disertai dengan kesungguhan usaha dan tawakkal.”  

Melihat dari penjelasa Ibnu Qayyim di atas, seharusnya harapan yang kuat akan memberikan semanat pada pelakunya, menjadikannya bersungguh-sungguh dan berusaha. Kalau hal itu tiada maka jadilah harapan itu hanyalah angan semata. Berangan-angan tidak akan mampu mengatasi sebuah kekhawatiraan, ia hanya menyamarkan kekhawatiraan itu yang kemudian meningkatkan sebuah kegelisahan. Ia terjebak pada angan, yang semakin angan itu dibesarkan akan semakin memupus harapnya tanpa dia sadari.

Seorang yang berangan-angan akan menghasilkan gerak tiada hasil, sedang seorang yang berharap akan mendapati hasil dalam setiap geraknya. Dan sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan hamban-Nya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda,

 

أنا عند ظن عبدي بي ، وأنا معه إذا ذكرني ، فإن ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي ، وإن ذكرني في ملإ ذكرته في ملإ خير منهم ، وإن تقرب إلي بشبر تقربت إليه ذراعا ، وإن تقرب إلي ذراعا تقربت إليه باعا ، وإن أتاني يمشي أتيته هرولة

Allah befirman, Aku berada pada persangkaan hamba-Ku kepada-Kudan Aku besertanya. Jika dia mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku mengingatnya di dalam Diri-Ku. Jika dia mengingat-Ku di dalam keramaian orang, maka Aku mengingatnya di dalam keramaian orang yang lebih baik dari mereka. jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. jika dia mendatangi- Ku dengan berjalan kaki, maka Aku mendatanginya dengan berlarilari kecil.” (Muttafaq Alaihi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s