Pelajaran Bagi Yang Telah Lama

Sabtu 13 Oktober 2012, alhamdulillah aku mendapatkan seorang saudara baru, bukan cuma aku tapi seluruh muslim di dunia. Siang itu seusai sholat dzuhur di Masjdi Raya Bogor seorang wanita bernama Melani mengucapkan syahadat dengan disaksikan oleh para jamaah.

Melani, yang sesaat sebelumnya mungkin hanya menyaksikan kami bersujud, sholat mengabdi kepada Allah, sesudah melafalkan “Asyhadu alla Ilaha illa-allah wa asyhadu anna muhammadurasulullah” maka ia pun wajib melaksanakannya sebagaimana yang telah diperintah oleh Allah. Tak hanya sholat, ia juga harus menjalankan syariat Islam secara menyeluruh yang telah digariskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Selang 6 hari kemudian, yaitu hari Jum’at 3 Dzulhijjah 1433 H yang bertepatan dengan 19 Oktober 2012 kembali aku dipersaksikan dengan muslimnya seorang wanita bernama Poni Cipto, di Andalusia Islamic Centre.
Dibawah bimbingan ustadz Syaifurokhman ia melafalkan syahadatnya dihadapan para jamaah yang melingkarinya, ada juga yang menyaksikannya dari lantai 3 masjid.

Anda adalah orang yang beruntung, begitu yang diucapkan ustadz Syaifurrokhman kepada wanita itu karena Allah telah memberikan hidayahnya kepada anda. Sebab tidak semua orang diberikan hidayah yang sama oleh Allah, bahkan sekelas paman Nabi sekalipun, Abu Thalib. Padahal Abu Thalib sangat mencintai Nabi, begitupun sebaliknya, ia selalu membela keponakannya itu. Hanya saja hidayah itu datangnya dari Allah semata, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sekalipun tidak mampun memberikan petunjuk kepada orang yang sangat beliau cintai.

Ada 3 pesan yang diberikan ustadz Syaifurrokhman kepada wanita ‘beruntung’ ;
1. Agar meniatkan keislamannya ini hanya karena Allah semata, bukan karena yang lainnya atau pun karena adanya keuntungan duniawi.

“Sesunngguhnya setiap perbuatan itu tergantung dari niatnya, maka barang siapa yang berhijrah untuk Allah dan Rasul-Nya, maka hijrah kepada Allah dan Rasulnya, dan barang siapa yang berhijrah untuk mendapatkan dunia atau perempuan yang akan dinikahi, maka hijrah kepada apa yang diniatkannya,”

2. Pertebal keimanan dengan terus menuntut ilmu. Dengan ilmu inilah kita akan dapat meningkatkan benteng keimanan kita sehingga tidak mudah goyah dengan berbagai godaan. Keyakinan yang kuat tanpa disertai ilmu tidaklah cukup untuk dapat menjalankan Islam secara benar. Betapa banyak muamalaf, bahkan mereka yang sejak lahir diajarkan Islam yang murtad dari Islam karena faktor ekonomi dan kedangkalan imunya.

3. Sabar dan istiqomah dalam menjalani kehidupan dan memegang teguh keislaman. Tidak mudah bagi seorang yang baru masuk Islam, terlebih keluarga belum memeluk Islam, menghadapi berbagai macam cobaan keimanan. Maka hendaklah ia bersabar dalam menjalaninya. Sebab ujian keimanan itu pasti adanya.

“Apakah kalian menyangka akan masuk surga begitu saja, dan Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian,”

Sungguh syahdu menyaksikan bagaimana saudara baruku ini meneteskan air matanya ketika melafalkan syahadat. Terlihat bagaimana begitu berarti kalimat syahadat yang kadang kita lalai terhadapnya. Hari ini, ia yang baru beberapa menit menjadi seorang muslim telah memberikan pelajaran yang sangat berharga dan mengingatkan kembali diri ini tentang pemaknaan syahadat yang kita ikrakkan dalam setiap sholat kita. Bahwasanya pemaknaan, pengaplikan, serta pengamalannya tidaklah seringan mengucapkannya. Akan ada uraian air mata pengorbanan, kerinduan, kecintaan, dan ketawakkalan bagi mereka yang berusaha mengamalkannya.

One thought on “Pelajaran Bagi Yang Telah Lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s