Hati-Hati Untung Kecil, Rugi Besar

“Duitnya kurang,” teriak laki-laki berpakaian merah-merah ke arah sebuah mobil yang keluar dari SPBU. Rupa-rupa, jujur tadi aku ngga sempat liat mukanya, soalnya kacanya tertutup dan posisinya membelakangiku. Rupa-rupa lagi, duit yang dibayarkan sisopir mobil itu jumlahnya kurang, entah sengaja atau tidak aku tidak tahu. Bisa saja kan dia cuma punya uang segitu, atau dia salah lihat tarifnya, mungkin juga dia salah hitung atau malahan tidak bisa berhitung. Nah untuk membuktikan kalau dia bisa berhitung apa tidak, kita harus memeriksa ijasahnya dulu, pernah sekolah apa tidak. Agak ribet memang untuk mengeceknya, orang juga kita ngga kenal jadi mending ngga usah, kecuali kalau kalian memang ingin banget tahu ya silahkan, tapi jangan ngajak-ngajak aku. Tapi perlu diingat, tidak semua orang yang tidak bisa berhitung itu sekolah, betapa banyak orang yang sekolah tidak bisa berhitung, misalkan seorang pejabat yang gaji perbulannya 10 juta rupiah, selama setahun ternyata kekayaannya bertambah menjadi 3 Milyar rupiah, padahal dia tidak punya usaha lain, harta waris juga belum dibagi,, nah kalau seperti ini bagaimana hitung-hitungannya.

Walau diteriaki seperti itu, mobil itu tetap berlalu, menyapu jalanan sentul yang kadang berliku. Lalu apa yang kulakukan, membatu? Tersipu? Atau mengejar mobil terus melaju itu? Tidak, aku tidak membatu, karena aku bukan Malin Kundang yang ada didongeng, aku juga tidak tersipu apalagi tersapu. Tidak juga mengejar mobil itu, mencegatnya dan meminta sopirnya membayar kekurangannya karena ini masih jam 8.29 pagi, itu artinya belum saatnya Batman beraksi. Lalu apa yang kulakukan, jangan-jangan aku menanyakan berapa kekurangannya kepada petugas SPBU itu dan membayarnya? Ternyata tidak. Kepikiran kaya’ gitu aja ngga.

Ya, pembahasan mengenai akad ini memang sangat penting dalam Islam, akad dapat menjadikan yang tadinya haram menjadi halal Ikhtilath antara laki laki dan perempuan yang bukan mahram misalnya, yang tadinya haram menjadi halal bahkan bernilai ibadah jika dilakukan dengan ma’ruf setelah akad nikah. Akad juga merupakan rukun dalam berbagai muamalah dan shahih akad akan sangat menentukan hukum muamalah tersebut.

Dalam kasus di atas akad yang terjadi antara petugas SPBU dan sisopir adalah jual beli dengan harga tersebut, maka seharusnya sisopir memberikan uang sejumlah nilai jual yang diberikan oleh sipetugas. Kalau misalnya, dia membeli 10 liter bensin dan hargan bensinya itu 4500/liter, ia harus membayar 45000 dan petugas SPBU memberikan 10 liter bensin. Kalau sisopir hanya membayarkan 44000 dengan sengaja, maka ia bisa terkena hukum pencurian. Beda halnya kalau dia bayar 44000 dan mengatakan kepada sipetugas ia minta jangka waktu untuk melunasinya, maka itu adalah hutang.
Sebenarnya nasihat untuk diri sendiri ini juga harus kita sampaikan kepada petugas SPBU, bukan hanya sisopir tadi. Bahkan sering kita lihat para petugas SPBU kurang memperhatikan pembahasan mengenai akad ini. Tarif yang tertera 11700 rupiahh, biasa dibulatkan menjadi 12000 tanpa adanya penjelasan. Padahal kalau secara akad, pembeli hanya berkewajiban membayar 11700 rupiah, lalu kenapa disuruh membayar 12000 rupiah. Memang sih insya Allah kebanyakan kita ilkhlas dengan 300 rupiah yang kita lebih kan. Namun, bukan persoalan ikhlasnya tapi kesesuaian dengan akad harus diperhatikan, kalau memang sipetugas tidak mempunyai uang receh untuk uang kembali, maka hendaklah dia meminta rela atau keikhlasan kepada pembeli. 300 rupiah terlihat kecil, tapi coba kita kalikan 1000 transaksi sehari, jumlahnya menjadi 300000 rupiah, kemudian kalikan 30 hari hasilnya adalah 9000000, sebuah angka yang besar. Namun sekali lagi, bukan persoalan besar kecilnya nilai rupiah, tapi bagaimana kita selalu berusaha menjalankan ajaran agama sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s