Lomba Lari Yuk

andalusia belakang

andalusia belakang

“Lomba lari yuk dek,” ucapnya yang berbaju orange pada adeknya yang berbaju pink.
Kemudian keduanya berbaris menghadap ke bagian selatan. Tak berapa lama mereka pun berlari. Ia yang berambut panjang, namun bertubuh lebih pendek berada di depan sang kakak. Menjelang finis sang kakak yang tertinggal mempercepat langkahnya.

Entah siapa yang akhirnya lebih dahulu menyentuh garis finis. Kurang jelas dalam pandanganku. Aku juga tak sempat mempertanyakannya. Dan tentu aku juga tak berhak menentukan siapa diantara mereka yang memenangkan perlombaannya. Aku bukan lah wasit, bukan juga panitia, aku hanya penontonton. Dan yang kutahu penonton ia tugasnya menonton, memberi semangat, atau pun kadang mencaci dan memaki, ribut antar sesama mereka. Untung aku cuma sendiri menontontonya, jadi tak ada yang harus kuajak ribut.

Sederhana memang, tapi aku ada rasa bahagia menyaksikannya. Bagaimana keakraban 2 bersaudara ini. Bagaimana sang kakak, berdasar sangkaanku, yang agak mengalah ketika lomba lari. Bagaimana sang adik yang menyambut ajakan sang kakak, tulus. Mereka berlomba, namun tak kulihat adanya arogansi, saling sikut atau pun tensi panas lainnya seperti suasana pemilu saat ini.

Kusaksikan itu sambil duduk di teras belakang Andalusia, masjid kampusku yang berkubah biru. Di depan bangunan kotak hitam, yang biasa digunakan untuk manasik haji. Sabtu, 7 Juni 2013, setelah maghrib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s