Pelajar Muslim Indonesia di Jerman Jalani Puasa saat Ujian

image
Masjid Al Falah

BERLIN, Muslimdaily.net – Bulan Ramadhan mempunyai arti tersendiri bagi pelajar muslim Indonesia di Jerman. Selain jauh dari tanah air, mereka juga berpuasa lebih lama dari di Indonesia. Diungkapkan Sakti Reysaputra, ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman, tahun ini muslim Jerman berpuasa sampai 20 jam.

“Nah ini, kita puasa sekarang 20 jam. Lebih lama dibanding yang tahun lalu-lalu. Kebetulan ini tahun keempat saya berpuasa di sini,“ tutur lelaki asal Bandung itu, Sabtu (05/07).

Untuk mengatasi perbedaan lama waktu puasa itu, Sakti memberikan saran dengan memperbanyak kegiatan.“Kiatnya banyakin kegiatan aja, makin sibuk, makin lupa puasa,“ ujarnya.

Adapun kegiatan yang dilakukan pelajar muslim Indonesia dalam menyambut Ramadhan, beragam. Mereka yang aktif di organisasi keislaman biasanya mengadakan kegiatan Tarhib Ramadhan. Sedangkan sebagian yang lain memilih untuk silaturrahim dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Seperti yang disampaikan Sakti.

image

Selain itu menurutnya, mereka juga mengadakan kegiatan sahur bersama, ngabuburit dan buka puasa bersama. “Karena kita kan heterogen, jadi ngga cuma muslim aja. Biasanya semua pengurus saya ajak ngabuburit, atau buka puasa bareng, entah di restoran atau masak-masak di tempat salah satu teman,“  lanjutnya.

Sedangkan Rio Yulendra, mahasiswa asal Riau, menyampaikan, pusat kegiatan umat muslim Indonesia berlangsung di Masjid Al-Falah. Terletak di Kota Berlin, Masjid Al-Falah merupakan satu-satunya masjid yang pengelolaannya murni dilakukan oleh warga Indonesia. Selain warga Indonesia, masjid ini juga mempunyai jamaah yang berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Brunei, Malaysia, Cina, India, Pakistan, negara-negara arab dan Afrika, seperti dilansir situs iwkz.de.

Ramadhan kali ini Masjid Al-Falah mengundang ustadz Dr. Saiful Bahri, Lc., lulusan universitas Al-Azhar, Mesir. Saiful akan mengisi kajian-kajian yang dilaksanakan pihak panitia selama sebulan penuh. Menurut Rio, setiap hari ada kajian yang dilaksanakan di Masjid Al-Falah. Seusai sahur dan subuh bersama ada KIBASH (Kajian Islam Ba’da Subuh) dan sebelum maghrib ada KARIB (Kajian Menjelang Maghrib) serta kajian-kajian lain untuk remaja, bapak-bapak dan ibu-ibu.

Rio menjelaskan, di samping melaksanakan Tarhib Ramadhan, panitia juga melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas masjid. ”Segala perubahan dan perbaikan fasilitas masjid pun secara bergotong royong menjadi agenda kami. Mengganti karpet, mengecat dinding, merapihkan dan menghias masjid pun dilakukan oleh kami para pemuda dan pemudi,“ ujarnya, Ahad, (07/07).

Berkaitan dengan pelaksaan ujian yang bertepatan dengan Ramadhan, maka menurut Rio, mereka harus pintar dalam memanfaatkan waktu. Dirinya sendiri biasa menghabiskan waktu malam sampai subuh untuk melakukan aktivitas seperti buka puasa, salat jamaah, salat tarawih dan tilawah al-quran. Kemudian baru setelah subuh tidur sebentar dan dilanjut dengan belajar. [RJY]

image

Sumber:
http://muslimdaily.net/berita/internasional/pelajar-muslim-indonesia-di-jerman-jalani-puasa-saat-ujian.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter#.U7xdNhmMNAg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s